Pos

eLPiDiPi Kali Kedua

Pagi yang cerah dan segar. Matahari perlahan-lahan menyirami salah satu belahan bumi paling selatan. Di sebuah pulau berbentuk K, juga di bagian selatan, tepatnya di ibukota provinsi telah memulai rutinitas hariannya. Ratusan bahkan mungkin ribuan kendaraan memenuhi jalan. Ribuan bahkan mungkin puluhan ribu manusia di luar sana telah memulai harinya. Sama sepertiku. Dengan tujuan yang berbeda-beda. Tempat tujuan hari ini adalah Gedung Keuangan Negara. Apa yang akan kulakukan di sana? Well, let’s see the story below.

Aku masuk ke sebuah gedung yang cukup besar. Telah ada beberapa manusia dengan tujuan yang sama tiba lebih awal. Kami melakukan presensi terlebih dahulu. Kemudian duduk manis menunggu verifikasi dokumen beasiswa LPDP. Ya. Beasiswa paling prestigious di Indonesia abad ini. Betapa tidak, ada banyak rangkaian tes yang harus kami hadapi hingga bisa tiba pada hari ini. Seleksi berkas menjadi penyaring pertama. Kemudian diikuti dengan assessment online yang juga menggugurkan ratu…

Belum Kapok Sekolah

Gambar

Come Back

Well well well.... Welcome back!!! Finally, thanks God! Setelah setahun lebih tidak menulis, bahkan tidak sekalipun menengok blog tercintaku ini, Reskiawati Anwar kini kembali. Come back yang sangat mengharukan. Mungkin ada yang bertanya, kenapa? Kenapa baru muncul? Kemana saja setahun terakhir ini? Well, I will tell you apa yang sebenarnya terjadi. Simak baik-baik.
Once upon a time, ada seorang gadis yang sangat ingin tampil kece dengan alamat blog menggunakan dot com saja di ujungnya. Lalu ia pun meminta bantuan saudaranya untuk menyetelkan domain khusus. Ia begitu bahagia dengan alamat blog barunya. Sangat bahagia malah, hingga memamerkannya pada beberapa sahabat bloggernya. Berselang beberapa waktu kemudian, masa berlaku domain pun berakhir. Gadis ini juga sangat acuh dengan hal tersebut dikarenakan harus menyusun kitab akhir sebagai seorang siswa besar. Kebangkrutan yang juga menyertai membuatnya semakin terpuruk karena tak mampu membayar untuk perpanjangan domain. Maka jadilah ia …

Dulu, Sangat Dulu

Di sebuah malam pekat, aku terjaga. Membolak-balikkan tubuh, ke kiri, ke kanan, namun tak ada pertanda akan kembali terpejam. Hingga dua jam berlalu aku masih melihat gelap di atas sana, langit-langit kamar yang hitam. Berbagai hal berkelebat di benakku. Merenungi usia yang telah meninggalkan remaja akhir beranjak ke dewasa awal, hal-hal yang telah kulakukan selama diberi napas, hal baik, hal buruk, cita-cita yang berganti-ganti, hingga kawan yang juga berganti-ganti.
Ada orang-orang yang lalu memenuhi kepalaku. Beberapa perempuan cantik yang cukup dekat, lebih tepatnya pernah dekat. Mungkin mirip kawan se-geng. Tapi itu dulu. Sangat dulu. Semasa status mahasiswa baru saja melekat di diri. Mahasiswa yang sangat senang berada dalam gerombolan, mencari tempat istirahat dan tempat makan bersama. Mungkin perlu kusebut satu per satu perempuan yang pernah membuat masa awal kuliahku begitu menyenangkan. Ada Salma, kawan SMA yang baru menjadi kawan sejak kuliah, Fita, perempuan yang bekalann…

Geng Bulo-bulo

Gambar