Postingan

Tersesat Dalam Diri

Setiap manusia di muka bumi ini lahir dengan membawa potensinya masing-masing. Namun banyak yang tidak menyadari akan kekuatan yang ada dalam diri mereka. Sesuatu yang harusnya tumbuh besar justru menjadi layu, kering lalu gugur perlahan-lahan. Mereka kemudian lupa diri mereka hingga akhirnya tumbuh menjadi orang lain. Sangat menyedihkan. Tapi itulah yang banyak kita saksikan hari ini; anak-anak di sekeliling kita yang sedang bertumbuh dan tak tahu ingin kemana. Juga para orangtua yang sepatutnya membantu anak-anak mereka untuk menemukan jalan yang tepat justru sama-sama tersesat.
Saya ingin sedikit berbagi cerita tentang ketersesatan dalam menemukan potensi diri. Mengingat saya adalah salah seorang tenaga pengajar di salah satu sekolah swasta di sebuah kota kecil, melihat fenomena seperti ini adalah sesuatu yang cukup sering saya dapati. Tidak jarang anak didik saya bingung memilih jurusan begitu akan mendaftarkan diri ke kampus. Mereka sama sekali tidak pernah membayangkan akan berku…

Aku Seorang Ambivert

Dulu aku tidak pernah benar-benar peduli tentang nama dari kepribadian yang kumiliki. Meski seorang kawan pernah menganjurkanku untuk mengikuti tes kepribadian, aku selalu mengabaikannya. Hingga aku tiba di sore ini dimana aku membaca tulisan seorang youtuber populer berkebangsaan Indonesia di blognya. Pemilik blog rupawan yang dikenal dengan sebutan Kim Jiwon-nya Indonesia ini mengaku sebagai seorang introvert. Seseorang dengan kepribadian yang lebih suka menghabiskan waktu dengan diri sendiri dan segala hal yang bersifat privasi. Aku lalu teringat akan kepribadian lain yang sering orang bicarakan; ekstrovert. Jenis kepribadian yang lebih mudah dan lebih senang bersosialisasi dengan menghabiskan waktu di luar dengan orang lain. Tentu berlawanan arah dengan sifat si introvert. Aku selalu bingung jika orang-orang membicarakan tentang diri mereka yang introvert maupun ekstrovert. Aku seperti tidak menemukan diriku dari kedua kepribadian tersebut. Aku merasa kadang menjadi seseorang yan…

Adakah Yang Lebih Dekat dari Kematian?

Adakah Yang Lebih Dekat dari Kematian?
Di setiap detikmu, di setiap helaan napasmu
Ada yang tengah menantimu
Kawan paling dekat yang sering kau abai padanya

Adakah yang lebih dekat dari kematian?
Di setiap tawamu, di setiap guraumu
Telah menanti kawan sejati yang selalu siap membersamaimu
Untuk kembali pada yang abadi

Dan apa yang lebih indah dari perjalanan menuju keabadian?
Saat semua sakitmu, sedihmu, lukamu dicabut dari dadamu
Hanya tenang yang mengiringimu tuk kembali pada Pemilik Keabadian

Namun sudahkah kau berkemas untuk perjalanan maha panjangmu?
Adakah kau bahkan mengingat kawanmu yang sedang menunggumu setiap saat?
Mungkin kau kerap lupa
Atau mungkin kau sengaja lupa

Bergegaslah
Siapkan dirimu
Siapkan amunisimu
Bersiaplah untuk tiap tanya yang mungkin kau gagap

eLPiDiPi Kali Kedua

Pagi yang cerah dan segar. Matahari perlahan-lahan menyirami salah satu belahan bumi paling selatan. Di sebuah pulau berbentuk K, juga di bagian selatan, tepatnya di ibukota provinsi telah memulai rutinitas hariannya. Ratusan bahkan mungkin ribuan kendaraan memenuhi jalan. Ribuan bahkan mungkin puluhan ribu manusia di luar sana telah memulai harinya. Sama sepertiku. Dengan tujuan yang berbeda-beda. Tempat tujuan hari ini adalah Gedung Keuangan Negara. Apa yang akan kulakukan di sana? Well, let’s see the story below.

Aku masuk ke sebuah gedung yang cukup besar. Telah ada beberapa manusia dengan tujuan yang sama tiba lebih awal. Kami melakukan presensi terlebih dahulu. Kemudian duduk manis menunggu verifikasi dokumen beasiswa LPDP. Ya. Beasiswa paling prestigious di Indonesia abad ini. Betapa tidak, ada banyak rangkaian tes yang harus kami hadapi hingga bisa tiba pada hari ini. Seleksi berkas menjadi penyaring pertama. Kemudian diikuti dengan assessment online yang juga menggugurkan ratu…

Belum Kapok Sekolah

Gambar

Come Back

Well well well.... Welcome back!!! Finally, thanks God! Setelah setahun lebih tidak menulis, bahkan tidak sekalipun menengok blog tercintaku ini, Reskiawati Anwar kini kembali. Come back yang sangat mengharukan. Mungkin ada yang bertanya, kenapa? Kenapa baru muncul? Kemana saja setahun terakhir ini? Well, I will tell you apa yang sebenarnya terjadi. Simak baik-baik.
Once upon a time, ada seorang gadis yang sangat ingin tampil kece dengan alamat blog menggunakan dot com saja di ujungnya. Lalu ia pun meminta bantuan saudaranya untuk menyetelkan domain khusus. Ia begitu bahagia dengan alamat blog barunya. Sangat bahagia malah, hingga memamerkannya pada beberapa sahabat bloggernya. Berselang beberapa waktu kemudian, masa berlaku domain pun berakhir. Gadis ini juga sangat acuh dengan hal tersebut dikarenakan harus menyusun kitab akhir sebagai seorang siswa besar. Kebangkrutan yang juga menyertai membuatnya semakin terpuruk karena tak mampu membayar untuk perpanjangan domain. Maka jadilah ia …

Dulu, Sangat Dulu

Di sebuah malam pekat, aku terjaga. Membolak-balikkan tubuh, ke kiri, ke kanan, namun tak ada pertanda akan kembali terpejam. Hingga dua jam berlalu aku masih melihat gelap di atas sana, langit-langit kamar yang hitam. Berbagai hal berkelebat di benakku. Merenungi usia yang telah meninggalkan remaja akhir beranjak ke dewasa awal, hal-hal yang telah kulakukan selama diberi napas, hal baik, hal buruk, cita-cita yang berganti-ganti, hingga kawan yang juga berganti-ganti.
Ada orang-orang yang lalu memenuhi kepalaku. Beberapa perempuan cantik yang cukup dekat, lebih tepatnya pernah dekat. Mungkin mirip kawan se-geng. Tapi itu dulu. Sangat dulu. Semasa status mahasiswa baru saja melekat di diri. Mahasiswa yang sangat senang berada dalam gerombolan, mencari tempat istirahat dan tempat makan bersama. Mungkin perlu kusebut satu per satu perempuan yang pernah membuat masa awal kuliahku begitu menyenangkan. Ada Salma, kawan SMA yang baru menjadi kawan sejak kuliah, Fita, perempuan yang bekalann…